Untuk sembelit, biasanya ada beberapa penyebab dan solusi yang mungkin dapat kita perhatikan:
1. Apakah asupan (makanan) bayi cukup dengan makanan yang mengandung serat seperti buah-buah dan sayur-sayuran? Perbanyaklah dan perhatikanlah asupan bayi anda, karena apabila kurang serat maka balita anda akan gambar terkena sembelit. Pepaya adalah salah satu buah yang paling bagus untuk itu.
2. Apakah susu yang dikonsumsi balita kita cocok dan tidak mengandung bahan yang kadarnya terlalu tinggi. Biasanya susu yang menjanjikan sesuatu untuk pencerdasan dan sebagainya memberikan porsi kadar kandungan zat-zat tertentu yang cukup tinggi, sehingga dapat memicu pada kualitas feces (kotoran) pada balita dan akan menimbulkan sembelit. Cobalah ganti dengan susu yang kadarnya lebih rendah, apabila belum berhasil juga coba kurangi takaran susu yang kita berikan, misal dipetunjuk anda diminta untuk memberikan 3 sendok takar susu dicampurkan ke dalam 90 ml air, nah cobalah dengan menambah kadar airnya misal menjadi 120 ml. Hal ini dapat membantu agar kadar zat yang mendorong sembelit di susu dapat berkurang dengan tambahan air ini.
Nah dua hal itu yang biasanya menjadi penyebab utama sembelit. Sedangkan untuk penanganan masalah sembelit, masih ada lagi cara atau usaha lain yang terbukti cukup manjur (paling tidak untuk anak saya sudah membuktikan) dan direkomendasikan oleh orang-orang tua yang biasa menggunakan ramuan tradisional. Pengalaman kami paling tidak ada 2 jenis ‘obat’ yang bisa membantu apabila balita kita kesulitan buang air besar atau BAB:
1. Daun Jarak –> daun jarak yang diolesi dengan minyak kelapa yang dipanaskan (digarang) di atas oven atau mungkin cukup ditaruh diatas tutup panci sampai layu dan terasa hangat. Letakan (tempelkan) daun jarak ini di perut bagian bawah dari balita kita dan juga di bagian belakang tengah (tulang ekor) di bagian atas pantat balita anda. Biarkan beberapa saat, biasanya setelah ditempel balita kita akan ‘buang angin’ atau kentut berulang kali. Dan lama kelamaan biasanya balita akan merasa ingin buang air besar. Cara ini terbukti cukup berhasil walopun tidak selalu berhasil, tapi paling tidak biasanya bayi akan mengeluarkan angin sehingga perut tidak kembung.
2. Daun Banci –> saya tidak tahu apakah daun ini cukup familiar dimata anda. Tapi yang jelas saya tidak tahu nama lainnya, karena orang-orang ‘kampung’ menyebutnya begitu. Ini juga hanya rekomenasi dari para orang tua. Yang jelas ciri-cirinya adalah daunnya seperti daun bayam akan tetapi pohonnya seperti pohon bungan bougenville. Kalo daun jarak dibakar dan ditempelkan, daun banci ini dimasak atau disayur seperti daun bayam (bisa dibobor, disayur bening, dsbnya) dan diberikan sebagai ‘lauk’ bagi balita kita. Kami sudah membuktikan bahwa ini cukup memperlancar BAB si kecil. Paling tidak yang tadinya 3-4 hari baru BAB bisa 1-2 hari sudah bisa BAB. Hanya memang pengalaman kami, ternyata ada sedikit ketergantungan, karena apabila tidak mengkonsumsi daun ini akan kembali sulit BABnya.
Nah dua daun berkhasiat itu sering kali membantu kami dalam mengatasi kesulitan BAB pada si kecil. Cara lain yang biasanya digunakan oleh dokter adalah dengan memberikan obat pencahar seperti ducolax dsbnya. Cara ini sebetulnya cukup ampuh, hanya kurang dianjurkan oleh sebagian besar orang. Intinya kalo tidak terpaksa sama sekali hindari pemakaian pencahar ini untuk memperlancar BAB si kecil.
Selain sembelit ada satu yang menurut kami ini cukup menakutkan. Yakni kesulitan BAB akibat terkena penyakit Hirshprung. Penyakit ini merupakan bentuk kelainan pada usus atau saluran pembuangan dimana usus di atas anus tidak mempunyai syaraf. Berdasarkan dokter cara menangani penyakit ini hanya satu jalan, yakni dilakukan operasi pemotongan usus yang tidak mempunyai syaraf. Biasanya proses operasi dilakukan dua kali. Pertama melakukan pemotongan usus dan pembuatan lubang sementara dari perut untuk keluarnya kotoran, hingga nanti usus akan tumbuh kembali. Dan proses pertumbuhan usus iini bisa membutuhkan waktu hampir 1 tahun untuk kemudian dilakukan operasi lagi penyambungan usus tersebut ke dalam saluran anus. Nah anak kami kebetulan juga sudah di’vonis’ mengidap penyakit ini. Hanya kami belum tega untuk melakukan operasi kepadanya. Jadi akhirnya usaha yang kami lakukan saat ini adalah dengan usaha-usaha penanganan seperti di atas seperti pemberian asupan yang mengandung serat, pemberian susu UHT atau yogurt, pengurangan takaran susu, menggunakan daun jarak, dan juga menggunakan daun banci. Ya untuk sementara cukup membantu kelancaran si kecil hingga kami nanti akan memastikan apakah anak kami benar-benar kena penyakit Hirscprung tersebut. Kami masih berharap bahwa bukan hirshprung yang menimpa anak kami tersebut. Alhamdulillah sampai saat ini si kecil tumbuh dengan baik Oh ya satu hal lagi, salah satu ciri penyakit hirshprung juga selain perut besar dan sulit untuk BAB adalah pertumbuhan badannya kurang baik, misal berat badan tidak tambah2 dalam kurun waktu yang lama. Pesan kami, perhatikanlah apa yang ada di balita anda, termasuk kecurigaan terhadap pertumbuhannya, carilah referensi sebanyak-banyaknya apabila balita anda mengalami masalah kesehatan. Mintalah pendapat berbagai orang ahli, jangan hanya satu referensi saja. Bisa ke dokter, bisa ke orang tua yang punya pengalaman, atau ahli-ahli kesehatan lainnya. Siapa tahu keadaan balita anda tidak semengerikan yang anda bayangkan!
Type rest of the post here
No comments:
Post a Comment