Thursday, October 30, 2008
Diare dan penanganannya
Kehilangan cairan dalam jumlah besar jika tak segala diganti akan berakibat tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), dan berakibat fatal, baik pada bayi, anak-anak atau bahkan orang dewasa .
Lupakan anggapan jika bayi mencret dalam jumlah tak wajar, itu pertanda menjadi pintar! Mitos ini keliru. Saat ini, diare masih menjadi penyebab kematian pada bayi dan balita. Terutama pada peralihan musim, dimana diare jamak berkembang .
Anak dikatakan menderita diare jika buang air besar lebih dari 5-6 kali sehari. Namun tak selamanya mencret dikatakan diare. Misalnya pada bayi yang berusia kurang dari sebulan, yang bisa buang air hingga lima kali sehari dan fesesnya lunak .
Bagaimana diare yang perlu diwaspadai? Jika volume feses dalam jumlah banyak, sangat encer seperti air beras, berbau busuk, berlendir atau berdarah dan warnanya berubah, segera bawa bayi atau balita Anda ke dokter .
Apa tanda-tanda dehidrasi? Anak menunjukkan gejala kehausan, berat badan turun, elastisitas kulit berkurang, mata dan ubun-ubun cekung, selaput lendir pada bibir, mulut dan kulit tampak kering. Kalau anak menderita diare, beri minum segelas air dicampur garam atau cairan oralit habis buang air besar .
Tips penanganan diare pada bayi dan anak:
1. Pada bayi jangan sembarangan mengganti susu formula, apalagi kalau hanya termakan bujukan iklan. Mengganti susu sembarangan bisa jadi pencetus diare pada anak
2. Sebisa mungkin pertahankan ASI agar kekebalan tubuh bayi tetap optimal
3. Jika masih diare, hindari makanan yang sukar dicerna, seperti serat, lemak dan vitamin. Sebagai gantinya beri bubur, daging atau ikan halus, apel dan pisang. Boleh juga beri balita susu rendah lemak (susu formulasi khusus)
4. Beri minum sebanyak mungkin untuk menghindari dehidrasi, terutama larutan garam/oralit
5. Anak diberi obat diare. Salah satu contoh obat diare yang dapat menetralisir kuman atau racun di dalam saluran pencernaan yaitu kaolin dan pectin. Kaolin dan pectin ini bekerja pada usus besar untuk menyerap kuman atau racun yang terdapat di dalamnya
6. Jika keadaan tak segera membaik, segera bawa ke dokter untuk pertolongan lebih lanjut.
Mengenai Kaopectate
Kaopectate merupakan obat diare berbentuk suspensi dalam air, mengandung zat berkhasiat kaolin dan pectin untuk mengobati mencret pada anak-anak dan orang dewasa, yang disebabkan oleh bakteri yang tidak tertentu (non-spesifik).
Kaolin dan pectin akan bekerja menyerap dan menghilangkan rangsangan, melenyapkan bakteri dan zat-zat yang merangsang, yang seringkali menjadi penyebab timbulnya mencret-mencret. Kaolin merupakan zat penyerap yang ampuh dalam usus, yang bekerja di permukaan untuk menyerap bakteri, racun serta zat yang bersifat merangsang. Pectin bekerja menghilangkan racun bakteri, makanya zat ini tak diserap tubuh. Pengaruhnya yang berguna untuk mengobati mencret hanya terbatas pada dinding usus.
Cara Pemakaian
Obat diare Kaopectate diberikan satu kali setiap hari sesudah buang air besar atau bila timbul mencret secara terus-menerus dapat diberikan beberapa kali, kecuali jika dokter menentukan lain.
Di pasaran tersedia dalam kemasan botol plastik isi 120 ml
Takaran yang dapat diberikan sebagai berikut:
- Dewasa adalah 4-8 sendok makan (60-120 ml)
- Anak-anak
- Di atas umur 12 tahun : 4 sendok makan (60 ml)
- Antara 6-12 tahun : 2-4 sendok makan (30-60 ml)
- Antara 3-6 tahun : 1-2 sendok makan (15-30 ml)
- Bayi, hanya atas petunjuk dokter
Menangani Diare Pada Anak
Sebaiknya orang tua bersabar dan lebih tenang menilai kondisi anaknya, pada dasarnya diare merupakan penyakit yang sembuh sendiri (self limiting disease), yang dikhawatirkan dari diare adalah terjadinya dehidrasi, karena itu orang tua harus tahu tentang pencegahan dehidrasi dan tanda-tanda dehidrasi pada anak yang diare.
Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai merupakan modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering mungkin.
Oralit merupakan salah satu cairan pilihan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Oralit sudah dilengkapi dengan elektrolit, sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama cairan.
Baca aturan penggunaan oralit dengan baik, berapa jumlah air yang harus disiapkan untuk membuat larutan oralit, sehingga takaran oralit dapat tepat diberikan. Larutan sup maupun air biasa cukup praktis dan hampir efektif sebagai upaya rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi.
Cairan yang biasa disebut sebagai cairan rumah tangga ini harus segera diberikan pada saat anak mulai diare. Berikan cairan dengan sendok, sesendok tiap 1-2 menit. Untuk anak yang lebih besar dapat diberikan minum langsung dari gelas/cangkir dengan tegukan yang sering. Jika terjadi muntah, ibu dapat menghentikan pemberian cairan selama kurang lebih 10 menit, selanjutnya cairan diberikan perlahan-lahan (misalnya 1 sendok setiap 2-3 menit).
Selain pemberian cairan, pemberian ASI maupun makanan pendamping ASI harus tetap dilanjutkan agar anak tidak jatuh dalam keadaan kurang gizi dan pertumbuhannya tidak terganggu. Sebaliknya, larutan-larutan yang hiperosmoler karena kandungan gulanya tinggi tidak boleh diberikan, contohnya adalah teh yang sangat manis, soft drink dan minuman buah komersial yang manis.
Orang tua pun harus tahu tanda-tanda memburuknya diare. Bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan atau ke dokter jika kondisinya tidak membaik dalam 3 hari atau buang air besar cair bertambah sering, muntah berulang-ulang, makan atau minum sangat sedikit, terdapat demam dan tinja anak berdarah.
Jangan tunggu lebih lama jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, anak bersikap sangat rewel atau justru apatis dan lesu pada dehidrasi yang lanjut. Untuk anak-anak yang kurang dari satu tahun, dapat dilihat atau diraba ubun-ubunnya cekung. Pada dehidrasi yang ringan dan sedang, anak tampak sangat kehausan, namun bila dehidrasinya berat, anak justru tidak merasa haus lagi.
Dapat juga diperiksa turgor kulit pada daerah perut yang akan berkurang kelenturannya jika anak mengalami dehidrasi. Caranya dengan menjepit atau mencubit kulit selama 30-60 detik, kemudian lepaskan. Bila turgor kulit masih baik, kulit akan cepat kembali ke keadaan semula. Bila tidak, kembalinya akan lambat. Selain itu anak yang mengalami dehidrasi matanya akan terlihat cekung, menangis tidak keluar air mata, tidak kencing, mulut dan lidah terlihat kering.
Jika terjadi hal-hal tersebut maka anak perlu ditangani oleh petugas kesehatan. Antibiotik tidak rutin diberikan, hanya pada kasus-kasus tertentu saja dokter akan meresepkan antibiotik. Saat ini lebih sering diberikan sejenis probiotik yang dicampurkan dalam cairan atau makanan anak. Tujuan pemberian probiotik adalah memperbanyak "kuman baik" sehingga dapat mempersingkat episode diare.
Sejauh ini, pemberian obat antidiare pada anak dapat berisiko menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya. Risiko tersebut dapat berupa mual, muntah bahkan yang cukup berat, timbulnya ileus paralitik (gangguan pada usus) yang dapat berakibat sangat fatal, bahkan tidak jarang membutuhkan pembedahan.
www.medicastore.comTepat Atasi Demam
Demam sering kali diidentikkan dengan penyakit sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas badan.
Padahal tak semua demam berbahaya bagi anak. Bahkan, demam justru bisa bermanfaat bagi tubuhnya untuk membangun daya tahan tubuh. Hal itu diungkapkan dokter anak Dr Paul Theissen. Dia menuturkan, berbagai penelitian mengatakan justru demam adalah proses adaptasi penting dari tubuh untuk bertahan dari infeksi. Sementara, sebagian besar orangtua berpikir bahwa demam adalah penyakit yang harus diobati.
"Seharusnya pengobatan anak yang demam dilakukan jika sudah merasa tidak nyaman atau sakit. Namun, jangan selalu berpikir demam harus diobati dan diturunkan begitu saja," ujar Theissen.
Demam dapat didefinisikan ketika suhu tubuh berada di atas normal. Suhu demam untuk anak-anak, yaitu ketika suhu tubuh lebih tinggi dari 37,5 derajat Celsius ketika diukur dari mulut,37,2 derajat Celsius saat diukur dari ketiak atau di atas 38 derajat Celsius ketika diukur dari anus.
"Demam itu sendiri tidaklah berbahaya, tetapi penyakit yang mengikutinya. Jadi jika anak Anda demam atau gejala lain seperti lesu, menangis karena tidak nyaman, sakit tenggorokan, sulit bernapas dan pusing, maka segera cari pertolongan medis," tutur Theissen.
Menurut Dr H Hindra Irawan SpA (K) MTrop Paed, demam anak merupakan salah satu pertanda bahwa sistem imun atau kekebalan tubuh dalam diri anak sedang bekerja. Komponen-komponen sistem kekebalan tubuh seperti sel darah putih (leukosit) dan limfosit bekerja keras untuk melawan kuman. Sel-sel tersebut hanya bisa bekerja dengan lebih baik jika suhu tubuh dalam keadaan meningkat.
"Jika penyebab demam virus, maka berikan cukup minum dan istirahat. Indikator anak minum dengan cukup ialah buang air kecil setiap 4- 6 jam. Sementara, jika penyebabnya bakteri, baru diberikan antibiotik," ujar Dr Hindra.
Demam yang terjadi pada anak-anak umumnya karena infeksi kuman, baik virus maupun bakteri. Demam yang terjadi pada anak-anak biasanya tak berbahaya dan tak menyebabkan kerusakan otak atau kerusakan fisik. Dengan adanya demam, jumlah substansi antivirus di dalam tubuh pun ikut meningkat.
Untuk mengukur suhu tubuh anak, dia menyarankan, orangtua harus menggunakan termometer yang akurat. Jangan menilai panas tubuh anak hanya dengan meraba menggunakan tangan atau bagian tubuh lainnya.
"Untuk pengukuran suhu tubuh sekarang, sudah ada macam termometer seperti elektronik digital dan melalui telinga. Termometer gelas yang berisi air raksa sudah tidak direkomendasikan lagi karena berbahaya dan mengganggu kelestarian alam. Jadi meski kurang tepat, dianjurkan pengukuran melalui oral atau ketiak," sebutnya. from okezone.com (sindo//tty)
DEMAM
atas 38C. Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu > 38.5C.
Akibat tuntutan peningkatan setting tsb maka tubuh akan memproduksi panas.
3 FASE DEMAM:
1. menggigil - sampai suhu tubuh mencapai puncaknya,
2. lalu menetap
3. dan baru akhirnya turun
BAGAIMANA DAN MENGAPA TIMBUL DEMAM?
» Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil
di dalam tubuh kita yang disebut dg PIROGEN - ZAT PENCETUS PANAS.
» Apa yg menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan pirogen? Banyak,
seperti infeksi, radang, keganasan, alergi, teething, dll.
INFLAMMATION - FEVER
Pertama, RADANG. Apa sih radang itu? Infeksi?
» Dalam bahasa inggris, radang adalah INFLAMMATION, bukan infection. Dengan
demikian, radang bisa disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga bukan karena
infeksi.
» Kalau karena infeksi, bisa infeksi kuman (bakteria) atau karena infeksi
virus, jamur, parasit; tetapi kebanyakan infeksi pada bayi dan anak disebabkan
oleh virus.
» Apa penyebab radang yang bukan infeksi? Bisa alergi (yang tersering),
bisa juga trauma, tumbuh gigi (teething), atau karena penyakit autoimun (ada
kesalahan "program" di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai "musuh"
dan diserang oleh sistem imun.
Kedua, INFEKSI itu apa?
» Infeksi adalah masuknya jasad renik (micro organisms atau mahluk hidup yg
sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata) ke tubuh kita.
» Masuknya micro-organisms tersebut belum tentu menyebabkan kita jatuh
sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan
tubuh kita.
» Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun
sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat
kekebalan (antibodi). Mikro organisme atau jasad renik tsb bisa kuman/bakteri,
bisa virus, jamur, dll
Ketiga, DEMAM. Apakah demam itu PENYAKIT ATAU GEJALA?
» Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang
terjadi di dalam tubuh kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit,
melainkan gejala. Berhadapan dengan gejala-gejala tersebut, yang terpenting
adalah mencari tahu APA PENYEBABnya.
» Apakah DEMAM ITU PASTI INFEKSI? Belum tentu, meski yang terbanyak adalah
akibat infeksi. Pada bayi dan anak kebanyakan adalah infeksi virus.
MENGAPA KALAU INFEKSI HARUS DEMAM?
Sudah terbukti bahwa demam sengaja dibuat oleh tubuh kita sebagai upaya
membantu tubuh menyingkirkan infeksi.
Pd saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi tsb.
Caranya? Dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi
adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat
sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak
termasuk pirogen. Pirogen itu membawa 2 misi:
1. Mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi infeksi
2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu
tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah.
DIMANA PERAN OBAT PENURUN PANAS?
» Obat penurun panas, bekerja menghambat ensim Cox - sehingga pembentukan
prostaglandin terganggu-yang selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan
suhu tubuh.
» Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam itu
sendiri.
» Obat-obatan yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh Anti-cancer,
Antibiotics (ampicillin, clox, tetra, lincomycin, Bactrim, Septrim, INH,
Flagyl), Cimetidine, Primperan
Cara mengatasi demam
1. Minum banyak, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca "kerugian yg
dapat terjadi karena demam").
2. Kompres anak dengan air hangat.
Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan
menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh
untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas.
Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai
40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak
muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di
bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur
tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.
3. Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra,
panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas
diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya
jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah
38.5C).
COMPLICATIONS
Demam itu umumnya justru dibutuhkan sebagai salah satu bentuk perlawanan tubuh
terhadap infeksi.
Tetapi apakah ada sisi negatifnya? Kerugian yang bisa terjadi akibat demam:
1. Dehidrasi - karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran
cairan tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
2. Kejang demam, tetapi kemungkinannya sangat kecil. Selain itu, kejang
demam hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 3 tahun. Terjadi pada
hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia < 6 bulan
atau > 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2
seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Umumnya TIDAK
BERBAHAYA, tidak menyebabkan KERUSAKAN OTAK.
PRINCIPLES IN FEVER MANAGEMENT
Apa yang terpenting dalam menghadapi anak demam?
» Mencari tahu apa penyebab panasnya.
» Dengan mengetahui permasalahan, maka kita dapat bertindak secara rasional.
Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Mayo Clinic USA) :
» Orang tua tidak perlu panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal
utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak
rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak
perlu cemas.
» Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi
» Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi
» Mengetahui kapan harus cemas dan harus menghubungi dokter
Di lain pihak, setiap penyakit itu ada nature nya masing2, misalnya common cold
- 3 - 10 hari - ya jangan minta 1-2 hari sembuh. Kita tidak bisa melawan alam.
American Academy of Pediatrics - membuat rekomendasi penanganan demam dengan
mencantumkan kondisi-kondisi dimana orang tua harus menghubungi dokternya:
» Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38C
» Bila bayi berusia 3 - 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.3C
» Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40C
Beberapa kondisi lainnya dimana anda perlu berkomunikasi dg dokter
» Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
» Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
» Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
» Kejang
» Kaku kuduk leher,
» Sesak napas
» Gelisah, muntah, diare
» Sakit kepala hebat
Dengan demikian, pemeriksaan laboratorium pada hari pertama demam, umumnya
tidak diperlukan kecuali pada kondisi seperti yang dikemukakan di atas.
Panduan praktis menangani anak demam:
» Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju
yang tidak tebal
» Ekstra cairan, Minum sering:
o Air, air sup, jus buah segar yang sudah dicampur air, es batu, es krim
o Bila sering muntah atau diare, beri minuman yg mengandung elektrolit:
pedialyte, oralit
» Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindarkan
makanan yang berlemak, makanan yang sulit dicerna.
» Tepid sponging (kompres air hangat)
Anak tidak masuk sekolah, tetapi bukan berarti harus di tempat tidur seharian.
SPONGING TO EASE FEVER
» Tidak jarang orang tua terperangah bila saya tidak memberikan obat dan
menyatakan - cukup kompres saja.
» Kompres hangat akan menurunkan suhu anak dalam waktu 30 - 45 menit.
» Kapan kita mengompres anak demam?
1. Uncomfortable
2. Suhu ³ 104F (40C)
3. Pernah kejang demam atau keluarga dekat pernah menderita kejang demam
4. Muntah-muntah sehingga obat tidak bisa masuk
» Bagaimana cara mengompres anak demam?
1. Taruh anak di bath tub/ember mandi yang diisi air hangat bersuhu 30 -
32C; atau
2. Usapkan air hangat di sekujur tubuh bayi/anak
» Bila anak menolak, suruh duduk di ember/bath tub, beri mainan, ajak
bermain
MANAGEMENT OF FEBRILE CONVULSION
Orang tua sering sulit membedakan antara menggigil dengan kejang.
» Pada saat anak menggigil, anak tidak kehilangan kesadaran, tidak berhenti
napasnya. Anak menggigil karena suhu demamnya akan meningkat.
Orang tua juga sulit membedakan antara kejang demam/steup - dg kejang akibat
infeksi otak.
» Kejang akibat demam bersifat generalized (melibatkan seluruh tubuh),
berlangsung sekejap, setelah kejang - anak sadar.
» Kejang akibat infeksi otak berlangsung lama, berulang-ulang, lehernya
kaku, dan sesudah kejang, anak tidak sadar.
Sebaiknya org tua menghitung lamanya kejang dengan watch stop - tidak jarang,
akibat penampilannya yang menakutkan, maka orang tua merasa kejangnya lama
meski sebenarnya hanya berlangsung dalam detik atau menit.
Beberapa panduan praktis menangani anak kejang demam:
- Tetap tenang, jangan panik, amati kondisi anak dengan seksama
- Baringkan anak/bayi di tempat yang aman (lantai)
- Saat anak kejang, jangan di "rejeng" (untuk mencegah terjadinya fraktur)
- Cegah agar saat kejang anak tidak tersedak (posisi anak tengkurap atau
miring)
- Jangan taruh benda apapun di dalam mulut anak (misalnya sendok)
FEVER MEDICATION (OBAT DEMAM)
Ibuprophen Acetaminophen Acetosal Metamizole
Effect NYERI, demam, fever, inflamasi DEMAM, nyeri Nyeri, demam,
inflamasi Nyeri, demam, inflamasi
Dosis 5-10 mg/kg 10-15 XX XX
Efek samping Iritasi lambung/saluran cerna (perdarahan), Gangguan
ginjalJangan berikan bila anak muntah2 dan atau diare Paling aman - asalkan
dosisnya tidak berlebihanBila overdosis, dapat menyebabkan kerusakan hati
Sindrom Reye (gangguan otak dan hati), iritasi lambungTidak dianjurkan: Anak <
12 tahun, infeksi virus Bone marrow suppression
Beberapa prinsip yang perlu dicatat:
- Jangan berikan 2 obat demam misalnya acertaminophen dengan ibuprofen atau
acetaminophen dengan aspirin.
- Sebaiknya jangan campur acetaminophen dengan phenobarbital (luminal).
Luminal menekan ensim hati yang kerjanya menetralisir acetaminophen sehingga
kadar acetaminophen di darah akan meningkatkan dan meningkat pula risiko
intoksikasi acetaminophen.
- Jangan campur obat demam dengan steroid (prednison, oradexon, kenacort,
dll) karena steroid akan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.
- Acetaminophen merupakan obat yang paling aman selama dosisnya diberikan
dengan tepat (tidak berlebih).
- Jangan obati demam yang tidak tinggi.
- Jangan berikan aspirin (ASETOSAL/ASPILET) pada anak < 12 tahun. Pada
infeksi virus, aspirin akan meningkatkan risiko SINDROM REYE, suatu kondisi
berat yang mmenyebabkan gagal hati dan penurunan kesadaran.
» Umumnya, demam bukan merupakan kondisi yang membahayakan jiwa. Demam
justru merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang membantu kita membasmi
infeksi, yang paling penting adalah mencari tahu penyebab demam dan memahami
saat orang tua harus mengontak dokter anaknya.
» Oleh karena itu, bila demam tidak tinggi, jangan berikan obat demam,
tidak perlu dikompres, minum banyak saja.
» Obat demam dan kompres hangat hanya diberikan bila demam tinggi atau anak
merasa "uncomfortable".
» Upaya yang penting lainnya adalah mencegah komplikasi dehidrasi dengan
memberikan anak minum lebih dari biasanya.
Tuesday, October 21, 2008
Susahsembelit2
Untuk sembelit, biasanya ada beberapa penyebab dan solusi yang mungkin dapat kita perhatikan:
1. Apakah asupan (makanan) bayi cukup dengan makanan yang mengandung serat seperti buah-buah dan sayur-sayuran? Perbanyaklah dan perhatikanlah asupan bayi anda, karena apabila kurang serat maka balita anda akan gambar terkena sembelit. Pepaya adalah salah satu buah yang paling bagus untuk itu.
2. Apakah susu yang dikonsumsi balita kita cocok dan tidak mengandung bahan yang kadarnya terlalu tinggi. Biasanya susu yang menjanjikan sesuatu untuk pencerdasan dan sebagainya memberikan porsi kadar kandungan zat-zat tertentu yang cukup tinggi, sehingga dapat memicu pada kualitas feces (kotoran) pada balita dan akan menimbulkan sembelit. Cobalah ganti dengan susu yang kadarnya lebih rendah, apabila belum berhasil juga coba kurangi takaran susu yang kita berikan, misal dipetunjuk anda diminta untuk memberikan 3 sendok takar susu dicampurkan ke dalam 90 ml air, nah cobalah dengan menambah kadar airnya misal menjadi 120 ml. Hal ini dapat membantu agar kadar zat yang mendorong sembelit di susu dapat berkurang dengan tambahan air ini.
Nah dua hal itu yang biasanya menjadi penyebab utama sembelit. Sedangkan untuk penanganan masalah sembelit, masih ada lagi cara atau usaha lain yang terbukti cukup manjur (paling tidak untuk anak saya sudah membuktikan) dan direkomendasikan oleh orang-orang tua yang biasa menggunakan ramuan tradisional. Pengalaman kami paling tidak ada 2 jenis ‘obat’ yang bisa membantu apabila balita kita kesulitan buang air besar atau BAB:
1. Daun Jarak –> daun jarak yang diolesi dengan minyak kelapa yang dipanaskan (digarang) di atas oven atau mungkin cukup ditaruh diatas tutup panci sampai layu dan terasa hangat. Letakan (tempelkan) daun jarak ini di perut bagian bawah dari balita kita dan juga di bagian belakang tengah (tulang ekor) di bagian atas pantat balita anda. Biarkan beberapa saat, biasanya setelah ditempel balita kita akan ‘buang angin’ atau kentut berulang kali. Dan lama kelamaan biasanya balita akan merasa ingin buang air besar. Cara ini terbukti cukup berhasil walopun tidak selalu berhasil, tapi paling tidak biasanya bayi akan mengeluarkan angin sehingga perut tidak kembung.
2. Daun Banci –> saya tidak tahu apakah daun ini cukup familiar dimata anda. Tapi yang jelas saya tidak tahu nama lainnya, karena orang-orang ‘kampung’ menyebutnya begitu. Ini juga hanya rekomenasi dari para orang tua. Yang jelas ciri-cirinya adalah daunnya seperti daun bayam akan tetapi pohonnya seperti pohon bungan bougenville. Kalo daun jarak dibakar dan ditempelkan, daun banci ini dimasak atau disayur seperti daun bayam (bisa dibobor, disayur bening, dsbnya) dan diberikan sebagai ‘lauk’ bagi balita kita. Kami sudah membuktikan bahwa ini cukup memperlancar BAB si kecil. Paling tidak yang tadinya 3-4 hari baru BAB bisa 1-2 hari sudah bisa BAB. Hanya memang pengalaman kami, ternyata ada sedikit ketergantungan, karena apabila tidak mengkonsumsi daun ini akan kembali sulit BABnya.
Nah dua daun berkhasiat itu sering kali membantu kami dalam mengatasi kesulitan BAB pada si kecil. Cara lain yang biasanya digunakan oleh dokter adalah dengan memberikan obat pencahar seperti ducolax dsbnya. Cara ini sebetulnya cukup ampuh, hanya kurang dianjurkan oleh sebagian besar orang. Intinya kalo tidak terpaksa sama sekali hindari pemakaian pencahar ini untuk memperlancar BAB si kecil.
Selain sembelit ada satu yang menurut kami ini cukup menakutkan. Yakni kesulitan BAB akibat terkena penyakit Hirshprung. Penyakit ini merupakan bentuk kelainan pada usus atau saluran pembuangan dimana usus di atas anus tidak mempunyai syaraf. Berdasarkan dokter cara menangani penyakit ini hanya satu jalan, yakni dilakukan operasi pemotongan usus yang tidak mempunyai syaraf. Biasanya proses operasi dilakukan dua kali. Pertama melakukan pemotongan usus dan pembuatan lubang sementara dari perut untuk keluarnya kotoran, hingga nanti usus akan tumbuh kembali. Dan proses pertumbuhan usus iini bisa membutuhkan waktu hampir 1 tahun untuk kemudian dilakukan operasi lagi penyambungan usus tersebut ke dalam saluran anus. Nah anak kami kebetulan juga sudah di’vonis’ mengidap penyakit ini. Hanya kami belum tega untuk melakukan operasi kepadanya. Jadi akhirnya usaha yang kami lakukan saat ini adalah dengan usaha-usaha penanganan seperti di atas seperti pemberian asupan yang mengandung serat, pemberian susu UHT atau yogurt, pengurangan takaran susu, menggunakan daun jarak, dan juga menggunakan daun banci. Ya untuk sementara cukup membantu kelancaran si kecil hingga kami nanti akan memastikan apakah anak kami benar-benar kena penyakit Hirscprung tersebut. Kami masih berharap bahwa bukan hirshprung yang menimpa anak kami tersebut. Alhamdulillah sampai saat ini si kecil tumbuh dengan baik Oh ya satu hal lagi, salah satu ciri penyakit hirshprung juga selain perut besar dan sulit untuk BAB adalah pertumbuhan badannya kurang baik, misal berat badan tidak tambah2 dalam kurun waktu yang lama. Pesan kami, perhatikanlah apa yang ada di balita anda, termasuk kecurigaan terhadap pertumbuhannya, carilah referensi sebanyak-banyaknya apabila balita anda mengalami masalah kesehatan. Mintalah pendapat berbagai orang ahli, jangan hanya satu referensi saja. Bisa ke dokter, bisa ke orang tua yang punya pengalaman, atau ahli-ahli kesehatan lainnya. Siapa tahu keadaan balita anda tidak semengerikan yang anda bayangkan!
Type rest of the post hereSusahsembelit1
Salah satu penyakit anak yang banyak dikeluhkan kaum ibu adalah sembelit, yaitu anak mengalami keterlambatan atau kesukaran dalam membuang kotorannya. Pada anak yang masih dalam usia bayi, sembelit memang sering kali membuat orangtua khawatir. Adapun pada anak usia di atas dua tahun, sembelit cenderung dianggap ringan.
Bila bayi dalam dua atau tiga hari tidak membuang kotorannya dan terus menangis, biasanya orangtua bingung sendiri karena bayi memang belum bisa diajak berbicara apa yang dikeluhkannya. Oleh karena itu, kita sering kali merasa kesulitan untuk menentukan adanya keterlambatan proses buang air besar pada anak.Anak di bawah usia dua tahun biasanya belum menyadari bahwa mereka mempunyai suatu kontrol dalam proses buang air besar. Terlebih pada anak-anak yang mempunyai perkembangan tubuh terlambat atau mempunyai cacat jasmani akan menghalangi proses pengontrolan ini. Akibatnya, anak akan mengalami keterlambatan dalam menguasai kepandaian membuang kotorannya.
Oleh sebab itu, ketika kesehatan umum anak terganggu, terutama lambatnya pertumbuhan berat badan dan tingginya, kita harus mulai curiga adanya kelainan ini. Apalagi kalau anak sudah sering mengalami sembelit sejak bayi, adanya penyakit organik tertentu yang mendasari kelainan ini harus segera dicurigai.
Faktor penyebab
Mengapa anak mengalami sembelit? Tentunya banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Di antaranya adalah adanya penyakit organ tubuh yang diderita anak. Pada umumnya faktor ini sudah terlihat nyata pada bulan pertama kehidupan bayi. Dan keadaan ini dapat ditemukan bila bayi diperiksakan dengan teliti ke dokter.
Pada anak-anak yang lebih besar dengan sembelit yang kronis jarang disertai dengan suatu penyakit organ tubuh. Faktor psikologis dapat merupakan penunjang penting. Namun, dari catatan medis pada sebagian besar kasus, gangguan emosi yang dihubungkan dengan sembelit hanya merupakan sisa dari penyakit atau pengobatan yang diperoleh.
Faktor penyebab lainnya adalah timbulnya sumbatan pada usus besar bagian bawah. Misalnya terkena penyakit hirchprung atau kelumpuhan sebagian usus besar yang merupakan penyakit penting bagi anak. Penyakit ini ditandai dengan tidak adanya serabut saraf di bagian tertentu usus besar sehingga bagian ini tidak dapat berkontraksi dengan semestinya.
Sembelit dapat juga terjadi karena kekurangan cairan dan berat yang kronis dalam tubuh yang bukan diakibatkan diare. Penyakit-penyakit lain seperti kelebihan zat kapur dalam tubuh yang tidak diketahui penyebabnya, atau kelainan yang disertai pengeluaran air seni yang terus-menerus dan berlebihan, dapat juga mengakibatkan sembelit pada anak.
Faktor lainnya yang menyebabkan anak kesulitan buang air besar adalah terjadinya luka pada dubur sehingga menimbulkan gangguan pada fungsi cincin otot yang bertugas melepaskan kotoran di bagian dubur. Juga terjadinya kelumpuhan akibat penyakit saraf berat, kanker, atau kegemukan. Bahkan, sembelit pada anak bisa terjadi sebagai satu-satunya gejala penyakit kelenjar gondok atau hipotiroidisme.
Faktor makanan dapat juga menyebabkan sembelit pada anak. Misalnya pola makanan yang kurang mengandung serat, susu kaleng yang tidak cocok, ataupun kekurangan makan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Upaya pengobatan
Anak yang mengalami sembelit perlu segera mendapatkan pengobatan agar penyakitnya tidak berlarut-larut dan menjadi kronis. Upaya pengobatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Kalau suatu penyakit tertentu yang merupakan penyebab sembelit telah ditemukan, pengobatan terhadap sembelit harus ditujukan pada penyebab tersebut.
Bagi anak yang menderita sembelit karena terkena penyakit hirchprung, tindakan operasi adalah cara pengobatan yang terbaik. Karena jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi infeksi usus kronis yang akan menambah parah penyakit yang sudah ada. Adapun anak yang mengalami sembelit karena penyakit hipotiroidisme harus mendapatkan pengobatan tertentu.
Pada sebagian besar kasus sembelit, kita tidak dapat menemukan adanya penyakit di dalam organ tubuh. Tentunya anak-anak dengan sembelit fungsional ini juga harus diobati dengan sama baiknya.
Perlu diingat, pengobatan sembelit harus mulai dilakukan sedini mungkin karena masalahnya cenderung untuk tetap ada dan akan menjadi semakin berat kalau dibiarkan lebih lama. Pada tahap awal dengan keluhan kotoran yang keras dan menyebabkan rasa sakit, kita dapat menanggulanginya sendiri untuk menghasilkan kotoran yang lunak, misalnya dengan menambah makanan yang mengandung serat, seperti agar-agar, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Orangtua harus juga memperhatikan posisi anak pada saat buang air besar karena akan menentukan kemudahan melepaskan sisa makanan. Biasanya posisi jongkok akan lebih memudahkan kotoran keluar. Mengapa demikian? Karena posisi ini dapat meningkatkan tekanan di rongga perut dan mempermudah pengeluaran kotoran.
Untuk kasus sembelit karena masalah psikologis, orangtua dapat meminta bantuan psikiater, khususnya bila memang telah jelas menunjukkan gangguan kejiwaan. Pada kasus lain telah sedemikian berlanjutnya sehingga pengobatan terhadap gejalanya saja sudah tidak cukup meskipun tidak ada suatu penyakit organiknya yang mendasari.
Dr Audrey Luize Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya