Wednesday, July 29, 2020

Gejala dan Ciri-ciri Virus Corona

Pandemi COVID-19 di Indonesia belum berakhir, namun masyarakat bersiap menuju new normal atau tatanan baru. Dengan kondisi tersebut, maka siapa saja masih berisiko terinfeksi virus corona termasuk bayi dan anak-anak.

Dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI dikatakan, hingga 18 Mei 2020 terdapat 3.324 anak berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Selain itu, sebanyak 129 anak berstatus PDP meninggal, 584 anak terkonfirmasi positif COVID-19, dan 14 anak meninggal akibat COVID-19. Temuan ini menunjukkan, anak tidak rentan terhadap COVID-19 adalah salah.

"Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia tinggi dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap COVID-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja," kata Ketua Umum IDAI Aman B Pulungan.

"Pada awal mula pandemi, diperkirakan anak-anak tidak akan terinfeksi oleh virus corona, namun kini jelas bahwa beberapa anak terinfeksi virus ini, sama seperti orang-orang dewasa," jelas Andrew Pollard, profesor infeksi dan imunitas anak di Universitas Oxford, Inggris.

"Hanya saja, ketika mereka terinfeksi, mereka mengalami gejala yang jauh lebih ringan."

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China melaporkan bahwa anak-anak di bawah 19 tahun, merupakan 2% dari 72.314 kasus Covid-19 yang dicatat pada 20 Februari silam.

Sementara, sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan terhadap 508 pasien, melaporkan tidak ada kasus kematian di antara anak-anak. Anak-anak hanya mencakup kurang dari 1% pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

"Bisa jadi virus tersebut telah mempengaruhi orang dewasa pada saat ini karena telah terjadi penularan di tempat kerja dan penularan selama mereka dalam perjalanan," kata Sanjay Patel, seorang konsultan penyakit menular anak di Southampton Children's Hospital.

"Sekarang orang dewasa menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka, kita mungkin melihat peningkatan infeksi pada anak-anak, tetapi mungkin juga tidak."

Seluruh tren global tampaknya menunjukkan bahwa anak-anak lebih aman dari infeksi virus corona ketimbang orang dewasa, terutama orang lanjut usia, namun sangat mungkin data ini mengalami bias karena di beberapa negara, pengujian hanya dilakukan terhadap mereka yang dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19 yang parah, sangat sedikit di antaranya adalah anak-anak.

"Jelas, lebih banyak anak yang terinfeksi dari pada yang kita duga," kata Patel.

"Kita tidak menguji setiap anak di negara ini."
Panduan Klinis Tata Laksana COVID-19 pada Anak dari IDAI menjelaskan sejumlah gejala dan ciri-ciri virus corona pada bayi dan anak. Gejala tersebut ditanyakan dokter kepada pasien saat berkomunikasi (anamnesis) untuk menegakkan diagnosis penyakit.

Ini gejala dan ciri-ciri virus corona pada bayi dan anak serta faktor risikonya:

A. Gejala virus corona

1. Gejala sistemik: demam, malaise, fatigue, nyeri kepala, mialgia

2. Gejala saluran pernapasan: batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, sesak napas

3. Gejala lain: diare, mual, muntah.

Malaise adalah perasaan tidak nyaman, pegal-pegal, dan lelah tanpa alasan yang jelas. Sedangkan fatigue adalah kelelahan yang berdampak pada aktivitas dan produktivitas setiap hari. Fatigue kerap disertai rasa letih dan lemah.

Gejala dan ciri-ciri virus corona pada bayi dan anak myalgia adalah istilah medis untuk nyeri otot. Kondisi nyeri otot bisa terjadi di seluruh tubuh hingga terasa sangat tidak nyaman.

B. Faktor risiko virus corona

1. Kontak erat dengan PDP, kasus probabel, atau kasus terkonfirmasi COVID-19

2. Tinggal atau bepergian ke negara atau area terjangkit.

Dengan mengetahui gejala dan ciri-ciri virus corona pada bayi dan anak, masyarakat diingatkan pentingnya melakukan pencegahan. Misal jaga jarak dan menghindari kontak fisik yang berisiko penularan, contohnya mencium bayi.

Graham Roberts, konsultan dokter anak di Universitas Southampton menjelaskan: "Anak-anak dengan Covid-19 kebanyakan terdampak di saluran pernapasan atas mereka (hidung, mulut dan tenggorokan) sehingga mereka tampak seperti mengalami demam saja."

"Berbeda dengan ketika virus berhasil mengakses saluran pernapasan bawah, seperti paru-paru, dan menunjukkan gejala seperti pneumonia dan gejala penyakit mematikan Sars yang kita lihat pada orang dewasa," tambahnya kemudian.

Proporsi anak-anak yang terjangkit Covid-19 yang parah atau kritis dengan sesak napas, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), dan syok jauh lebih rendah (6%) dibandingkan di antara orang dewasa di Cina (19%) - terutama orang lanjut usia dengan penyakit kardiovaskular atau pernapasan yang kronis.

Sebagian kecil anak-anak (1%) tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi sama sekali, meskipun terinfeksi virus. Sebagai perbandingan, hanya 1% dari orang dewasa yang terinfeksi tanpa gejala.

Masyarakat sebaiknya tetap tinggal dan melakukan kegiatan di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Anggota keluarga yang terpaksa keluar rumah wajib melakukan pengendalian infeksi selama beraktivitas, maupun ketika sudah sampai di rumah. Upaya tersebut diharapkan bisa mencegah munculnya gejala dan ciri-ciri virus corona pada bayi dan anak.

Sumber:

https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-52188757
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5065519/gejala-dan-ciri-ciri-virus-corona-pada-bayi-dan-anak-wajib-waspada

Saturday, December 18, 2010

: Aspartame penyebab wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus

Saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu merajalela.

mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan.
Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet C**e dan Diet Pe***.

Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti N*** S***t, E***l, dan S****ful; dan ini banyak digunakan di produk-produk pengganti gula. Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah karena dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat.

Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson.

Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal. Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula, Anda Sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan mengkonsumsi produk tersebut.

Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent E***A J***! Pada kemasan tertulis: Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB].

Berdasarkan hasil survei di salah satu supermarket di Bandung, selain E***A J***!, produk-produk minuman lainnya yang juga mengandung ASPARTAME yaitu M-***, H******on, Neo Ho********, M*****s, H***..., Fr*****o, Se*** S***, P** ***, O**** J**** ****k, S*** *** C, N******* G***, FO*** ***S.

Beritahukan semua orang yang Anda kenal dan sayangi akan bahaya dari produk yang mengandung Aspartame.

Author: Penelitian Badan POM (Pengawasan Obat & Makanan) - JKT

Infeksi Telinga

infeksi telinga (otitis media akut) adalah penyakit masa kanak-kanak yang paling sering didiagnosis. 3 dari 4 anak-anak setidaknya mengalami satu kali infeksi telinga pada saat mereka mencapai usia 3 tahun.


Telinga terdiri dari tiga bagian yakni telinga luar, telinga tengah, dan telinga bagian dalam.

Agar berfungsi dengan baik, telinga tengah harus pada tekanan yang sama dengan lingkungan di sekitarnya. Di sinilah tabung estachius berperan, sebuah bagian kecil yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan di belakang hidung.

Dengan membiarkan udara mencapai telinga tengah, tabung estachius menyetarakan tekanan udara di telinga tengah dengan tekanan udara luar. Ketika menguap atau menelan, tuba estachius menyesuaikan tekanan udara di telinga tengah dan juga berperan sebagai saluran lendir dari telinga tengah ke dalam tenggorokan.

Kadang-kadang, tabung estachius ini mengalami gangguan karena misalnya ketika seseorang mengalami pilek atau alergi, tabung estachius juga ikut terpengaruh oleh lendir yang tersumbat. Bakteri atau virus yang masuk ke telinga tengah melalui tabung estachius pun juga dapat terjebak di sini. Kuman yang terperangkap dalam cairan ini kemudian berkembang biak dan menyebabkan infeksi telinga.

Infeksi yang tidak diobati dapat merembet dari telinga tengah ke bagian dekat kepala termasuk otak. Meskipun kehilangan pendengaran yang disebabkan oleh otitis media biasanya bersifat sementara, namun otitis media yang dibiarkan tanpa diobati dapat menyebabkan gangguan pendengaran secara permanen.

Beri Antibiotik

OMA (Otitis Media Akut) umumnya adalah penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Sekitar 80 persen OMA sembuh dalam 3 hari tanpa antibiotik. Penggunaan antibiotik tidak mengurangi komplikasi yang dapat terjadi, termasuk berkurangnya pendengaran.

Observasi dapat dilakukan pada sebagian besar kasus. Jika gejala tidak membaik dalam 48-72 jam atau ada perburukan gejala, antibiotik diberikan

10 PESAN ANAK untuk ORANGTUA

Terkadang kita khawatir akan tingkah laku anak kita. Bahkan terkadang kita terlalu memaksakan kehendak kita pada mereka hingga kita pun lupa.... Sedikit pesan anak terhadap apa yang kita lakukan... SEMOGA BERMANFAAT.....

1. Tangan saya masih kecil. Tolong jangan mengharapkan kesempurnaan setiap kali saya merapikan tempat tidur , menggambar, atau melempar bola. Kaki saya masih pendek . Tolong perlambat agar saya bisa berjalan beriringan dengan Ayah / Bunda.

2. Mata saya belum melihat dunia seperti yang Ayah/ Bunda lihat. Tolong izinkan kami menjelajahinya secara aman .Jangan memberikan larangan yang tak perlu .

3. Selalu akan ada saja pekerjaan di dalam rumah tangga. Saya masih kecil untuk waktu yang begitu singkat . Tolong luangkan lebih banyak waktu untuk menjelaskan dunia yang ajaib ini , dan lakukan secara tulus ikhlas.

4. Perasaan saya masih halus. Tolong sensitif terhadap kebutuhan-kebutuhan kami. Jangan memarahi saya sepanjang hari. Ayah / Bunda pasti tak senang kalau dimarahi karena ingin tahu. Perlakukan saya seperti Ayah / Bunda ingin diperlakukan.

5. Saya adalah hadiah yang istimewa dari Tuhan. Tolong perlakukan saya sebagai harta berharga , berikan bimbingan untuk semua tindakan saya. Beri saya panduan tentang cara menjalani hidup dan mendisiplin saya dengan cara manis.

6. Saya memerlukan dorongan dan pujian Ayah/Bunda untuk tumbuh. Tolong jangan cepat mencela. Ingat , Ayah/Bunda dapat mengkritik hal-hal yang saya kerjakan tanpa mencela saya.

7. Tolong beri saya kebebasan untuk membuat keputusan-keputusan menyangkut diri saya sendiri . Izinkan saya untuk gagal sehingga saya dapat belajar dari kesalahan –kesalahan saya. Lalu suatu hari , saya akan siap untuk membuat keputusan-keputusan yang dituntut hidup dari saya.

8. Tolong jangan kerjakan segalanya untuk saya. Kadang, cara ini membuat saya merasa upaya saya tidak sesuai dengan harapan Ayah/Bunda .Saya tahu ini sulit, tapi tolong jangan membandingkan saya dengan saudara perempuan/ laki-laki saya.

9. Tolong jangan takut untuk pergi berakhir pekan bersama . Anak-anak perlu libur tanpa orangtua , sama seperti orangtua perlu libur tanpa anak-anak. Selain itu, berlibur hanya berdua adalah cara baik untuk menunjukkan kepada kami, anak-anak , bahwa perkawinan Ayah/Bunda sangat istimewa.

10. Tolong ajak kami beribadah secara teratur , beri contoh yang baik untuk saya teladani.

Thursday, October 30, 2008

Diare dan penanganannya

Jika Anda masih beranggapan diare pada bayi lebih berbahaya ketimbang pada anak-anak yang lebih besar, sebaiknya buang jauh-jauh. Pola pikir seperti itu dapat menyesatkan dan berakibat gawat .

Kehilangan cairan dalam jumlah besar jika tak segala diganti akan berakibat tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), dan berakibat fatal, baik pada bayi, anak-anak atau bahkan orang dewasa .

Lupakan anggapan jika bayi mencret dalam jumlah tak wajar, itu pertanda menjadi pintar! Mitos ini keliru. Saat ini, diare masih menjadi penyebab kematian pada bayi dan balita. Terutama pada peralihan musim, dimana diare jamak berkembang .

Anak dikatakan menderita diare jika buang air besar lebih dari 5-6 kali sehari. Namun tak selamanya mencret dikatakan diare. Misalnya pada bayi yang berusia kurang dari sebulan, yang bisa buang air hingga lima kali sehari dan fesesnya lunak .

Bagaimana diare yang perlu diwaspadai? Jika volume feses dalam jumlah banyak, sangat encer seperti air beras, berbau busuk, berlendir atau berdarah dan warnanya berubah, segera bawa bayi atau balita Anda ke dokter .



Apa tanda-tanda dehidrasi? Anak menunjukkan gejala kehausan, berat badan turun, elastisitas kulit berkurang, mata dan ubun-ubun cekung, selaput lendir pada bibir, mulut dan kulit tampak kering. Kalau anak menderita diare, beri minum segelas air dicampur garam atau cairan oralit habis buang air besar .


Tips penanganan diare pada bayi dan anak:

1. Pada bayi jangan sembarangan mengganti susu formula, apalagi kalau hanya termakan bujukan iklan. Mengganti susu sembarangan bisa jadi pencetus diare pada anak

2. Sebisa mungkin pertahankan ASI agar kekebalan tubuh bayi tetap optimal

3. Jika masih diare, hindari makanan yang sukar dicerna, seperti serat, lemak dan vitamin. Sebagai gantinya beri bubur, daging atau ikan halus, apel dan pisang. Boleh juga beri balita susu rendah lemak (susu formulasi khusus)

4. Beri minum sebanyak mungkin untuk menghindari dehidrasi, terutama larutan garam/oralit

5. Anak diberi obat diare. Salah satu contoh obat diare yang dapat menetralisir kuman atau racun di dalam saluran pencernaan yaitu kaolin dan pectin. Kaolin dan pectin ini bekerja pada usus besar untuk menyerap kuman atau racun yang terdapat di dalamnya

6. Jika keadaan tak segera membaik, segera bawa ke dokter untuk pertolongan lebih lanjut.
Mengenai Kaopectate

Kaopectate merupakan obat diare berbentuk suspensi dalam air, mengandung zat berkhasiat kaolin dan pectin untuk mengobati mencret pada anak-anak dan orang dewasa, yang disebabkan oleh bakteri yang tidak tertentu (non-spesifik).

Kaolin dan pectin akan bekerja menyerap dan menghilangkan rangsangan, melenyapkan bakteri dan zat-zat yang merangsang, yang seringkali menjadi penyebab timbulnya mencret-mencret. Kaolin merupakan zat penyerap yang ampuh dalam usus, yang bekerja di permukaan untuk menyerap bakteri, racun serta zat yang bersifat merangsang. Pectin bekerja menghilangkan racun bakteri, makanya zat ini tak diserap tubuh. Pengaruhnya yang berguna untuk mengobati mencret hanya terbatas pada dinding usus.


Cara Pemakaian

Obat diare Kaopectate diberikan satu kali setiap hari sesudah buang air besar atau bila timbul mencret secara terus-menerus dapat diberikan beberapa kali, kecuali jika dokter menentukan lain.
Di pasaran tersedia dalam kemasan botol plastik isi 120 ml
Takaran yang dapat diberikan sebagai berikut:

- Dewasa adalah 4-8 sendok makan (60-120 ml)
- Anak-anak
- Di atas umur 12 tahun : 4 sendok makan (60 ml)
- Antara 6-12 tahun : 2-4 sendok makan (30-60 ml)
- Antara 3-6 tahun : 1-2 sendok makan (15-30 ml)
- Bayi, hanya atas petunjuk dokter


Menangani Diare Pada Anak

Sebaiknya orang tua bersabar dan lebih tenang menilai kondisi anaknya, pada dasarnya diare merupakan penyakit yang sembuh sendiri (self limiting disease), yang dikhawatirkan dari diare adalah terjadinya dehidrasi, karena itu orang tua harus tahu tentang pencegahan dehidrasi dan tanda-tanda dehidrasi pada anak yang diare.


Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai merupakan modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering mungkin.
Oralit merupakan salah satu cairan pilihan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Oralit sudah dilengkapi dengan elektrolit, sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama cairan.
Baca aturan penggunaan oralit dengan baik, berapa jumlah air yang harus disiapkan untuk membuat larutan oralit, sehingga takaran oralit dapat tepat diberikan. Larutan sup maupun air biasa cukup praktis dan hampir efektif sebagai upaya rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi.
Cairan yang biasa disebut sebagai cairan rumah tangga ini harus segera diberikan pada saat anak mulai diare. Berikan cairan dengan sendok, sesendok tiap 1-2 menit. Untuk anak yang lebih besar dapat diberikan minum langsung dari gelas/cangkir dengan tegukan yang sering. Jika terjadi muntah, ibu dapat menghentikan pemberian cairan selama kurang lebih 10 menit, selanjutnya cairan diberikan perlahan-lahan (misalnya 1 sendok setiap 2-3 menit).
Selain pemberian cairan, pemberian ASI maupun makanan pendamping ASI harus tetap dilanjutkan agar anak tidak jatuh dalam keadaan kurang gizi dan pertumbuhannya tidak terganggu. Sebaliknya, larutan-larutan yang hiperosmoler karena kandungan gulanya tinggi tidak boleh diberikan, contohnya adalah teh yang sangat manis, soft drink dan minuman buah komersial yang manis.

Orang tua pun harus tahu tanda-tanda memburuknya diare. Bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan atau ke dokter jika kondisinya tidak membaik dalam 3 hari atau buang air besar cair bertambah sering, muntah berulang-ulang, makan atau minum sangat sedikit, terdapat demam dan tinja anak berdarah.

Jangan tunggu lebih lama jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, anak bersikap sangat rewel atau justru apatis dan lesu pada dehidrasi yang lanjut. Untuk anak-anak yang kurang dari satu tahun, dapat dilihat atau diraba ubun-ubunnya cekung. Pada dehidrasi yang ringan dan sedang, anak tampak sangat kehausan, namun bila dehidrasinya berat, anak justru tidak merasa haus lagi.

Dapat juga diperiksa turgor kulit pada daerah perut yang akan berkurang kelenturannya jika anak mengalami dehidrasi. Caranya dengan menjepit atau mencubit kulit selama 30-60 detik, kemudian lepaskan. Bila turgor kulit masih baik, kulit akan cepat kembali ke keadaan semula. Bila tidak, kembalinya akan lambat. Selain itu anak yang mengalami dehidrasi matanya akan terlihat cekung, menangis tidak keluar air mata, tidak kencing, mulut dan lidah terlihat kering.

Jika terjadi hal-hal tersebut maka anak perlu ditangani oleh petugas kesehatan. Antibiotik tidak rutin diberikan, hanya pada kasus-kasus tertentu saja dokter akan meresepkan antibiotik. Saat ini lebih sering diberikan sejenis probiotik yang dicampurkan dalam cairan atau makanan anak. Tujuan pemberian probiotik adalah memperbanyak "kuman baik" sehingga dapat mempersingkat episode diare.

Sejauh ini, pemberian obat antidiare pada anak dapat berisiko menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya. Risiko tersebut dapat berupa mual, muntah bahkan yang cukup berat, timbulnya ileus paralitik (gangguan pada usus) yang dapat berakibat sangat fatal, bahkan tidak jarang membutuhkan pembedahan.

kembali keatas

www.medicastore.com

Tepat Atasi Demam

Demam sering kali diidentikkan dengan penyakit sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas badan.



Padahal tak semua demam berbahaya bagi anak. Bahkan, demam justru bisa bermanfaat bagi tubuhnya untuk membangun daya tahan tubuh. Hal itu diungkapkan dokter anak Dr Paul Theissen. Dia menuturkan, berbagai penelitian mengatakan justru demam adalah proses adaptasi penting dari tubuh untuk bertahan dari infeksi. Sementara, sebagian besar orangtua berpikir bahwa demam adalah penyakit yang harus diobati.

"Seharusnya pengobatan anak yang demam dilakukan jika sudah merasa tidak nyaman atau sakit. Namun, jangan selalu berpikir demam harus diobati dan diturunkan begitu saja," ujar Theissen.

Demam dapat didefinisikan ketika suhu tubuh berada di atas normal. Suhu demam untuk anak-anak, yaitu ketika suhu tubuh lebih tinggi dari 37,5 derajat Celsius ketika diukur dari mulut,37,2 derajat Celsius saat diukur dari ketiak atau di atas 38 derajat Celsius ketika diukur dari anus.

"Demam itu sendiri tidaklah berbahaya, tetapi penyakit yang mengikutinya. Jadi jika anak Anda demam atau gejala lain seperti lesu, menangis karena tidak nyaman, sakit tenggorokan, sulit bernapas dan pusing, maka segera cari pertolongan medis," tutur Theissen.

Menurut Dr H Hindra Irawan SpA (K) MTrop Paed, demam anak merupakan salah satu pertanda bahwa sistem imun atau kekebalan tubuh dalam diri anak sedang bekerja. Komponen-komponen sistem kekebalan tubuh seperti sel darah putih (leukosit) dan limfosit bekerja keras untuk melawan kuman. Sel-sel tersebut hanya bisa bekerja dengan lebih baik jika suhu tubuh dalam keadaan meningkat.

"Jika penyebab demam virus, maka berikan cukup minum dan istirahat. Indikator anak minum dengan cukup ialah buang air kecil setiap 4- 6 jam. Sementara, jika penyebabnya bakteri, baru diberikan antibiotik," ujar Dr Hindra.

Demam yang terjadi pada anak-anak umumnya karena infeksi kuman, baik virus maupun bakteri. Demam yang terjadi pada anak-anak biasanya tak berbahaya dan tak menyebabkan kerusakan otak atau kerusakan fisik. Dengan adanya demam, jumlah substansi antivirus di dalam tubuh pun ikut meningkat.

Untuk mengukur suhu tubuh anak, dia menyarankan, orangtua harus menggunakan termometer yang akurat. Jangan menilai panas tubuh anak hanya dengan meraba menggunakan tangan atau bagian tubuh lainnya.

"Untuk pengukuran suhu tubuh sekarang, sudah ada macam termometer seperti elektronik digital dan melalui telinga. Termometer gelas yang berisi air raksa sudah tidak direkomendasikan lagi karena berbahaya dan mengganggu kelestarian alam. Jadi meski kurang tepat, dianjurkan pengukuran melalui oral atau ketiak," sebutnya. from okezone.com (sindo//tty)